Ahmad Dhani Dicuekin Agnez Mo, Gegara Kisruh Royalti Rp1,5 Miliar

JAKARTA – Ahmad Dhani menyingkap pernyataan terkait kisruh pelanggaran hak cipta yang mana menyeret nama Agnez Mo , pada mana persoalan hukum yang disebutkan sudah diputus oleh Majelis Hakim Pengadilan Niaga Ibukota Indonesia Pusat pada 30 Januari 2025.
Dalam putusannya, majelis hakim menyatakan Agnez Mo terbukti melakukan pelanggaran hak cipta menghadapi lagu Bilang Saja ciptaan Ari Bias. Sehingga, Agnez Mo harus membayar sebesar Rp1,5 miliar untuk Ari Bias. Hal ini diungkap kuasa hukum Ari Bias, Minola Sebayang.
Sebelum putusan itu, Ahmad Dhani ternyata sudah ada berjuang membuka komunikasi dengan menghubungi Agnez Mo selama satu tahun agar terjadi mediasi.
Namun, Ahmad Dhani menemui jalan buntu. Niat baiknnya itu tidaklah direspons Agnez, bahkan pentolan Dewa 19 itu dicuekin. Dhani pun mengaku tidak ada bisa saja menghalangi Ari Bias sama-sama Asosiasi Komposer Seluruh Indonesia untuk menempuh jalur hukum demi memperjuangkan keadlian.
“Saya sudah ada setahun berupaya menghubungi Agnez Mo, tapi tiada direspons dan juga saya tiada bisa jadi menghalangi anggota Aksi Bersatu untuk menuntut keadilan,” bunyi pernyataan Ahmad Dhani, dikutipkan dari unggahan Instagram pribadinya, Selasa (4/2/2025).
Diketahui bilangan Rp1,5 miliar ini muncul berdasarkan penampilan Agnez Mo di dalam tiga kota berbeda di tempat tahun 2023. Masing-masing penampilan dikenakan denda sebesar Rupiah 500 juta.
“Konser tanggal 25 Mei 2023 di area HW Superclubs Surabaya Rp500 juta, konser tanggal 26 Mei 2023 di tempat H-Club Ibukota Indonesia Rp500 jt Gagasan tanggal 27 Mei 2023, HW, Superclub Bandung, 500 juta, total Rp1,5 miliar,” kata Minola Sebayang.
Sementara denda Rp500 jt untuk satu kali dijatuhkan oleh majelis hakim merujuk pada Pasal 113 UU Hak Cipta.
“Jadi ini juga menjadi perdebatan orang bertanya, kenapa denda satu kali pelanggaran 500 juta? Dari mana hitung-hitungannya? Saya sampaikan, akibat memang benar itu diatur pada Pasal 113 Undang-Undang Hak Cipta,” ucapnya.
Agnez Mo digugat ke Pengadilan Negeri (PN) Ibukota Indonesia Pusat oleh pencipta lagu, Arie Sapta Hermawan alias Ari Bias, terkait dugaan pelanggaran hak cipta pada September 2024.
Sebelumnya, Ari Bias sempat melayangkan somasi terbuka yang mana tiada digubris oleh pihak manajemen Agnez Mo sehingga Ari Bias memutuskan untuk melayangkan gugatan.






