RI tak akan izinkan konstruksi pangkalan militer asing di tanah air

Ibukota – Indonesia bukan akan pernah mengizinkan perkembangan pangkalan militer asing untuk tujuan apapun ke wilayahnya, demikian Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan.
“Indonesia tiada pernah memberikan izin terhadap negara manapun untuk mendirikan atau miliki pangkalan militer di dalam Indonesia,” menurut Juru Bicara Kemlu RI Rolliansyah Soemirat di pernyataan tercatat yang dimaksud diterima pada Jakarta, Rabu.
Walau demikian, komitmen yang dimaksud tidak berarti Nusantara mulai membatasi kerja sebanding militernya dikarenakan negara kepulauan itu akan terus “menerima lalu mengizinkan pesawat atau kapal militer negara lain di misi damai untuk berkunjung,” kata Jubir Kemlu.
Misi damai yang dimaksud terus akan diterima akibat selaras dengan tradisi kebijakan pemerintah luar negeri nasional yang tersebut berdasarkan pada nilai bebas-aktif, kata sang jubir.
Sebelumnya, Wakil Menteri Luar Negeri Arif Havas Oegroseno menegaskan bahwa kerja sebanding militer antara Indonesi dengan negara asing bukan akan merambah pada pembinaan pangkalan militer asing ke Tanah Air.
“Selama ini tidaklah pernah ada ya, kalau kerja identik lalu latihan militer bersatu baru banyak,” kata Havas ke Jakarta, Rabu, ketika menanggapi pertanyaan terkait kemungkinan penempatan aset militer asing ke Indonesi pada waktu ditemui pada rencana peringatan keras 70 tahun Pertemuan Asia Afrika oleh CSIS Indonesia.
Kepala Biro Berita Kementerian Keamanan Brigadir Jenderal TNI Frega Wenas juga mengecam adanya permintaan pemakaian pangkalan militer RI oleh militer asing. Apalagi, ucapnya, hal yang disebutkan akan kontraproduktif dengan kepentingan nasional.
Sebelumnya muncul pemberitaan media internasional yang mana menyampaikan bahwa Federasi Rusia mengusulkan untuk pemerintah Indonesia untuk menjadikan Lanud Manuhua ke Biak, Papua, sebagai posisi pangkalan bagi pesawat-pesawat militer Rusia.
Menurut laporan media tersebut, permintaan itu disampaikan pasca pertandingan antara Menteri Perlindungan RI dan juga Sekretaris Dewan Ketenteraman Rusia pada Februari 2025, dengan maksud menempatkan pesawat-pesawat jarak sangat jauh milik Russian Aerospace Forces (VKS) ke Lanud Manuhua, yang tersebut berbagi landasan pacu dengan Bandara Frans Kaisiepo.
Artikel ini disadur dari RI tak akan izinkan pembangunan pangkalan militer asing di tanah air






