Apa itu Blue Ocean Strategy di bisnis? Hal ini penjelasan lengkapnya

DKI Jakarta – Dalam dunia kegiatan bisnis yang dimaksud semakin kompetitif, pelaku bisnis dituntut untuk mencari strategi pemasaran yang dimaksud inovatif serta kreatif agar dapat mengungguli persaingan pasar. Salah satu strategi yang digunakan rutin digunakan oleh perusahaan sukses adalah Blue Ocean Strategy.
Mengenal Blue Ocean Strategy
Blue Ocean Strategy pertama kali diperkenalkan oleh W. Chan Kim juga Renée Mauborgne pada bukunya yang dimaksud berjudul Blue Ocean Strategy. Pemikiran ini menekankan bahwa perusahaan sebaiknya tidaklah bersaing secara dengan segera (head to head) dengan kompetitor pada lingkungan ekonomi yang telah ada (Red Ocean), melainkan menciptakan lingkungan ekonomi baru yang belum tergarap secara maksimal.
Dalam kondisi Red Ocean, persaingan bidang usaha sangat ketat sebab sejumlah perusahaan bersaing di area lingkungan ekonomi yang dimaksud identik dengan produk-produk yang mana serupa. Hal ini banyak kali menyebabkan pertempuran harga, yang pada akhirnya dapat menggerus profitabilitas perusahaan.
Sementara itu, Blue Ocean menciptakan prospek baru dengan menawarkan produk-produk atau layanan yang dimaksud unik kemudian berbeda dari kompetitor, sehingga persaingan menjadi minim atau bahkan tiada ada identik sekali.
Namun, mengimplementasikan Blue Ocean Strategy bukanlah hal yang mudah. Diperlukan kreativitas, inovasi, juga riset pangsa yang digunakan mendalam untuk menemukan celah usaha yang dimaksud belum tergarap. Selain itu, strategi ini juga membutuhkan pembangunan ekonomi yang tersebut cukup besar di pengembangan produk, promosi, kemudian edukasi pasar.
4 Tindakan pada Blue Ocean Strategy
Untuk menerapkan strategi ini, terdapat empat langkah utama yang mana dikenal sebagai Four Actions Framework. Keempat tindakan ini bertujuan untuk menciptakan nilai baru bagi pelanggan juga menghilangkan hambatan yang mana dapat menghambat peningkatan bisnis. Berikut adalah keempat langkah tersebut:
1. Eliminate (Menghapus)
Dalam bisnis, terdapat elemen-elemen yang tersebut dianggap bernilai tetapi sebenarnya tidaklah memberikan kegunaan yang tersebut signifikan bagi pelanggan. Oleh sebab itu, perusahaan perlu menghapus fasilitas atau aspek yang digunakan bukan memiliki nilai guna yang dimaksud jelas. Dengan mengeliminasi elemen yang digunakan tidak ada relevan, usaha dapat lebih tinggi fokus pada hal-hal yang tersebut benar-benar penting serta memberikan nilai lebih.
2. Reduce (Mengurangi)
Berbeda dengan eliminasi, pengurangan diadakan terhadap elemen yang mana masih memiliki nilai guna tetapi tiada terlalu signifikan. Misalnya, apabila sebuah layanan atau layanan bukan memberikan partisipasi besar terhadap kepuasan pelanggan, maka sanggup dikurangi agar lebih tinggi efisien. Hal ini dapat membantu kegiatan bisnis menghemat biaya tanpa mengorbankan nilai inti dari item atau layanan yang ditawarkan.
3. Raise (Meningkatkan)
Perusahaan perlu meningkatkan elemen yang mana mempunyai peluang besar di menciptakan nilai tambah bagi pelanggan. Dengan meningkatkan standar kualitas produk, layanan, atau perubahan tertentu, perusahaan dapat merancang keunggulan kompetitif yang sulit ditiru oleh pesaing.
4. Create (Menciptakan)
Langkah terakhir adalah menciptakan elemen-elemen baru yang digunakan belum pernah ada di tempat lapangan usaha tersebut. Organisasi harus berani mengambil risiko untuk menciptakan perubahan yang digunakan memberikan pengalaman unik bagi pelanggan. Hal ini dapat berbentuk pengembangan barang baru, model kegiatan bisnis yang dimaksud lebih besar efisien, atau layanan yang digunakan belum pernah tersedia sebelumnya.
Contoh penerapan Blue Ocean Strategy di area Indonesia
Beberapa perusahaan di dalam Indonesia telah lama berhasil menerapkan Blue Ocean Strategy dengan menciptakan bursa baru juga menawarkan solusi inovatif, di tempat antaranya:
1. BCA
Bank swasta terbesar di dalam Indonesia ini dikenal sebagai pelopor pada pengembangan perbankan. BCA adalah salah satu bank pertama yang digunakan memperkenalkan proses di tempat luar jam kerja, mesin EDC, juga layanan internet banking. Inovasi ini membedakan BCA dari pesaingnya serta menciptakan bursa baru pada lapangan usaha perbankan.
2. Gojek
Gojek mengubah lapangan usaha transportasi dengan menghadirkan layanan transportasi online di tempat Indonesia. Sebelum Gojek hadir, layanan ojek masih bersifat konvensional tanpa sistem pemesanan berbasis aplikasi. Dengan pengembangan ini, Gojek berhasil menciptakan pangsa baru kemudian merevolusi sektor transportasi di tempat Indonesia.
3. Wardah
Sebagai brand kosmetik lokal, Wardah berhasil menciptakan lingkungan ekonomi baru dengan menawarkan produk-produk kosmetik halal. Meskipun lingkungan ekonomi kosmetik telah ada sebelumnya, Wardah menjadi pionir pada kategori produk-produk halal yang digunakan belum tergarap secara optimal oleh para kompetitor.
Blue Ocean Strategy merupakan strategi perusahaan yang mana memungkinkan perusahaan menciptakan pangsa baru dengan menawarkan pengembangan unik yang belum tersedia sebelumnya. Dengan menerapkan empat langkah utama (eliminate, reduce, raise, create), perusahaan dapat menghindari persaingan ketat pada Red Ocean lalu memulai pembangunan bidang usaha yang tambahan berkelanjutan.
Meskipun membutuhkan kreativitas juga pembangunan ekonomi besar, strategi ini terbukti efektif di memberikan keuntungan jangka panjang bagi bisnis. Hal yang disebutkan menimbulkan para pelaku usaha yang dimaksud ingin sukses di tempat pangsa yang digunakan kompetitif perlu mempertimbangkan penerapan Blue Ocean Strategy untuk menciptakan prospek baru dan juga mengembangkan kegiatan bisnis secara lebih tinggi inovatif.






