Gabung Jadi Negara Mitra BRICS, Nigeria Pede Bisa Kerek Sektor Bisnis

JAKARTA – Aksesi Nigeria belum lama ini ke BRICS sebagai negara mitra diyakini menjadi langkah besar menuju kebangkitan kegiatan ekonomi lalu menghurangi pengaruh Barat. Hal ini disampaikan oleh Ketua majelis penasihat perdagangan juga penanaman modal Nigeria-Rusia, Emmanuel Chukwuka Johnson terhadap RT.
Johnson mengatakan, tantangan dunia usaha yang mana sedang dihadapi Nigeria tidak ada cukup hanya saja dengan solusi konvensional, dan juga bergabung sama-sama BRICS menawarkan potensi menjanjikan. Di sisi lain Nigeria sebagai ekonomi terbesar keempat di area Afrika serta negara terpadat keenam di dalam dunia dengan lebih lanjut dari 228 jt orang, akan datang menambah kekuatan serta pengaruh BRICS di tempat kancah global.
“BRICS adalah klub teman-teman sejati, klub rekan-rekan yang tersebut berjuang untuk berjuang melawan pengaruh Barat – Nigeria menjadi korban dari apa yang tersebut telah terjadi dihasilkan oleh kebijakan Barat. Jadi BRICS memberikan kesempatan bagi Nigeria. Untuk menghidupkan kembali ekonomi kita, BRICS menawarkan solusi,” jelasnya.
Membahas faedah kemitraan dengan BRICS, Johnson menekankan kemungkinan Nigeria untuk mendapatkan kata-kata global yang tersebut tambahan kuat. BRICS memberi Nigeria “kesempatan untuk menyuarakan keprihatinannya sendiri lalu memberikan partisipasi nyata bagi kebijakan pemerintah global,” katanya.
Johnson juga mengomentari implikasi ekspansi BRICS yang dimaksud lebih lanjut luas, dengan menyatakan bahwa kelompok yang disebutkan menawarkan negara-negara Afrika “kebebasan nyata yang merek inginkan, kebebasan untuk berinteraksi dengan siapa pun yang dimaksud merekan inginkan, kemudian untuk mendirikan sektor ekonomi merek sendiri dan juga kemudian mengembangkan negara mereka itu sendiri.”
Ketika ditanya bagaimana negara-negara Afrika dapat memanfaatkan prospek di dalam di BRICS, Johnson menyoroti peluang untuk meningkatkan perdagangan dan juga “memiliki perdagangan pada mata uang dia sendiri, tidak ada bergantung pada mata uang tunggal yang dapat digunakan sebagai senjata.”
Politisi itu juga mengatakan, Rusia kemudian Nigeria “memiliki begitu berbagai kesamaan,” termasuk nilai-nilai keluarga, kemudian bahwa sanksi Amerika Serikat terhadap Kota Moskow bukan memengaruhi hubungannya dengan Rusia.
BRICS didirikan pada tahun 2009 oleh Brasil, Rusia, India, kemudian China, untuk kemudian Afrika Selatan bergabung pada tahun 2011. Pada tahun 2024, blok negera-negara mengalami perkembangan terdepan itu memperluas keanggotaan penuhnya ke Iran, Mesir, Ethiopia, lalu Uni Emirat Arab.
Selain Nigeria, Uganda menjadi negara mitra BRICS pada Januari 2025. Pada awal 2025, BRICS juga memasukkan Indonesia sebagai anggota utama ke 10 di dalam pada BRICS.






