Raja Charles III Diminta Turun Takhta lalu Menyerahkan Mahkota ke Pangeran William

INGGRIS – Raja Charles III diminta turun takhta kemudian menyerahkan mahkota ke Pangeran William menyusul kegelisahan terhadap kondisi kesehatannya terus tumbuh setelahnya raja berusia 76 tahun itu kembali menjalani perawatan terkait penyakit neoplasma dideritanya.
Meski hanya saja dirawat sebentar untuk keperluan observasi, banyak pakar kerajaan menyerukan agar Raja Charles III mengempiskan aktivitas umum juga mempertimbangkan untuk mendelegasikan lebih besar banyak tugas kerajaan. Bahkan ada yang menyarankan agar mahkota diberikan lebih tinggi cepat untuk Pangeran William .
Ingrid Seward, salah satu pengamat dan juga penulis kerajaan terkemuka, menyampaikan bahwa meskipun Charles dikenal sebagai pekerja keras, telah saatnya ia menyerahkan beberapa tanggung jawab untuk anggota kerajaan lain.
Dalam wawancaranya dengan Newsweek, Seward menilai bahwa dengan kondisi kebugaran ketika ini, mantan suami Putri Diana itu sebaiknya membatasi keterlibatan di acara seremonial seperti pelantikan resmi.

Foto/People
“Dia mampu menurunkan perannya di area beberapa upacara besar, kemudian menyerahkan sebagian tugas terhadap Putri Anne atau Pangeran Edward. Mereka sama-sama berpengalaman dan juga mampu menjalankan tanggung jawab tersebut,” kata Seward dilansir dari Express, Hari Sabtu (5/4/2025).
Komentar ini muncul setelahnya Charles kembali menjalankan tugas rakyat pada Selasa, 1 April 2025, termasuk mengunjungi upacara penobatan pada Kastil Windsor. Keterlibatannya itu menjadi kemunculan umum pertamanya sejak dirawat dalam rumah sakit pekan sebelumnya.
Sang raja juga terlihat meninggalkan London menuju kediaman pribadinya di dalam Highgrove, Gloucestershire, untuk beristirahat selama akhir pekan. Istana belum memberikan rincian lebih banyak lanjut mengenai kondisi medisnya, namun kunjungannya ke rumah sakit sebelumnya disebabkan oleh efek samping ringan dari perawatan kanker.
Meski begitu, jadwal kenegaraan ayah dua anak itu masih padat. Ia dijadwalkan melakukan kunjungan resmi ke Italia bersatu sang istri, Ratu Camilla pada 7 April 2025.






