Survei Sun Life: Perempuan di dalam Indonesia Lebih Aman secara Finansial Namun…

JAKARTA – Survei terbaru Sun Life Asia berjudul Women’s Wealth in Focus: Building Confidence and Security, mayoritas perempuan Indonesia merasakan peningkatan di kesejahteraan finansial mereka dibandingkan generasi sebelumnya. Namun tekanan finansial dari tanggung jawab keluarga juga kurangnya akses terhadap komoditas keuangan yang mana sesuai masih menjadi kendala utama.
Survei ini didasarkan pada 3.023 wawancara online yang mana dilaksanakan pada Desember 2024 pada Indonesia, Hong Kong SAR, Malaysia, Filipina, Singapura, serta Vietnam. Sebagian besar responden berasal dari latar belakang pendapatan menengah hingga tinggi dengan usia minimum 30 tahun.
President Commissioner Sun Life Indonesia Elin Waty mengatakan, perempuan di dalam Indonesia menghadapi tantangan yang mana kompleks di mencapai stabilitas finansial. Hasil survei Sun Life menemukan lebih banyak dari setengah (54%) perempuan mengalami kesulitan menemukan barang keuangan yang dimaksud sesuai dengan keinginan unik mereka.
Sun Life berazam memberikan edukasi lalu akses terhadap komoditas yang dimaksud tidak ada hanya sekali inklusif, tetapi juga mampu menggalang perencanaan finansial jangka panjang. ”Terutama bagi perempuan yang ingin menabung untuk institusi belajar anak, mendirikan dana darurat, dan juga merencanakan masa depan yang lebih banyak aman,” katanya di siaran pers, Selasa (4/3/2025).
Chief Client Officer Sun Life Indonesia Kah Jing Lee menambahkan, survei ini menggarisbawahi bahwa perempuan pada Indonesia semakin percaya diri pada mengurus keuangan mereka. Namun dia masih menghadapi tantangan pada menemukan solusi yang tersebut sesuai dengan keperluan spesifik mereka.
Sun Life berjanji menyediakan barang asuransi lalu penanaman modal yang digunakan dirancang khusus untuk memenuhi permintaan perempuan pada setiap tahap keberadaan mereka. ”Kami di tempat Sun Life berazam untuk menghadirkan item serta layanan yang dimaksud tambahan personal juga mengupayakan perjalanan finansial perempuan dengan solusi yang tersebut fleksibel kemudian inovatif,” ujarnya.
Lebih lanjut hasil survei menunjukkan, lebih tinggi dari tiga perempat (78%) perempuan di tempat Indonesia merasa bahwa kondisi keuangan mereka lebih lanjut baik dibandingkan ketika ibu mereka itu seusia mereka. Namun, beban finansial yang mana muncul dari tanggung jawab multi-generasi tetap saja menjadi tantangan utama.
Sebanyak 32% ibu melaporkan stres akibat harus mengatur keinginan anak juga orang tua secara bersamaan, mencerminkan tanggung jawab finansial yang signifikan pada keluarga. Meskipun 65% perempuan sudah menabung untuk perawatan lansia orang tua mereka, semata-mata 11% yang digunakan mengharapkan dukungan penuh dari anak-anak merekan di area masa depan. Hal ini menunjukkan keinginan perempuan untuk merancang ketahanan finansial secara mandiri tanpa harus bergantung pada generasi berikutnya.
Mencapai Aspirasi Finansial
Masalah kebugaran menjadi faktor dominan yang mana mempengaruhi langkah finansial perempuan. Sebanyak 59% menyebutnya sebagai pemicu utama di mengambil tindakan besar, disertai oleh pembelian rumah (46%) juga pembaharuan signifikan di pendapatan (38%).
Kurangnya literasi keuangan menjadi hambatan besar bagi masa depan finansial yang digunakan lebih besar cerah bagi lebih banyak dari setengah responden (56%). Hambatan lainnya termasuk pendapatan perempuan yang tersebut banyak lebih banyak rendah dibandingkan laki-laki di profesi yang digunakan mirip (45%) juga tingginya biaya kebugaran (43%).






