Viral! Festival Mandi di area India sebagai Tempat Rutual Bersihkan Dosa Tercemari Tinja serta Sampah

JAKARTA – Jutaan peziarah yang berharap untuk membersihkan dosa-dosa mereka itu dengan mandi ritual di area Festival Kumbh Mela di area India terganggu dengan limbah sambah yang tersebut mencemari air sungai. Momen ini pun menjadi viral.
Dikutip france24, festival sakral berusia ribuan tahun tentang kesalehan agama juga mandi ritual, yang digunakan dimulai pada Hari Senin lalu berlangsung hingga 26 Februari pada Perkotaan Prayagraj pada India utara ini memang benar menjadi yang digunakan terbesar dari pertemuan umat manusia terbesar yang digunakan pernah ada.
Sekira 400 jt peziarah mandi selama festival selama enam minggu pada pertemuan sungai Gangga kemudian Yamuna, air suci bagi umat Hindu itu. Namun, jutaan umat yang mana mandi ini menjadi masalah. Salah satunya menciptakan tantangan pembuangan limbah juga kemampuan fisik rakyat di proporsi yang sangat besar, dalam mana belaka ada 150.000 toilet yang mana dipasang dalam seluruh perkemahan tepi sungai yang dimaksud padat, yang mana mencakup area seluas lebih besar dari 2.000 lapangan sepak bola.

Yang penting bagi jalannya festival adalah 5.000 pekerja yang dipekerjakan cuma untuk membersihkan toilet juga hampir semuanya termasuk di anak tangga terbawah dari hierarki sosial kuno yang digunakan kaku yang tersebut membagi umat Hindu berdasarkan fungsi kemudian status sosial.
“Saya membersihkan lalu membersihkan, tetapi orang-orang mengotorinya belaka di waktu 10 menit,” kata Suresh Valmiki, menyiram jamban yang digunakan penuh dengan kotoran.
Membersihkan bilik toilet bau berikutnya adalah putranya yang digunakan berusia 17 tahun, Vikas Valmiki.Data resmi menunjukkan bahwa sembilan dari setiap 10 pekerja yang mana membersihkan saluran pembuangan perkotaan lalu tangki septik berasal dari kasta terpinggirkan, sebagian besar dari mereka berasal dari Dalit, yang mana dulu dikenal sebagai “kasta tak tersentuh”.
Diskriminasi
Lima tahun lalu, ketika festival terakhir diadakan di tempat Prayagraj, Utama Menteri Narendra Modi membasuh kaki lima pekerja tersebut. Pengamat mengungkapkan bahwa aksi simbolis Modi, beberapa bulan sebelum fia dijadwalkan untuk dipilih kembali, adalah bagian dari strategi untuk menarik persatuan pan-Hindu, dengan mengesampingkan perbedaan kasta.
Kasta tetap memperlihatkan menjadi penentu penting kedudukan seseorang di hidup sejak lahir, dengan kasta yang digunakan lebih lanjut tinggi menjadi penerima kegunaan dari hak istimewa budaya yang mengakar kemudian kasta yang dimaksud tambahan rendah mengalami diskriminasi yang dimaksud mengakar.
Namun, pekerja sanitasi mengungkapkan sikap menghina yang dimaksud mengakar terhadap merekan tetap saja sama, juga banyak orang menolak untuk membersihkan setelahnya menggunakan toilet.
“Orang-orang menyatakan bahwa membersihkan toilet adalah tugas kami, jadi mengapa merekan harus repot-repot?” kata Geeta Valmiki, yang tersebut menempuh perjalanan hampir 200 kilometer (125 mil) untuk bekerja dalam festival yang disebutkan dengan upah harian lebih besar dari empat dolar.
Yang menimbulkan pekerjaan menjadi lebih lanjut sulit adalah kurangnya sambungan air di tempat jamban. Sebanyak 5.000 pekerja dipekerjakan untuk membersihkan toilet, hampir semuanya dari kasta terendah di sistem kasta Hindu India.






