Demam Bitcoin, Pasar Mata Uang Kripto Diprediksi Tumbuh Rp555 Trilyun pada 2028

JAKARTA – Pasar kripto kompak mengalami kenaikan mendekati akhir Desember bertepatan dengan momen Santa Claus. Harga Bitcoin (BTC) mencatatkan rekor tertinggi di dalam berhadapan dengan USD107.000 atau tambahan Rp1,7 miliar.
Ke depan, pangsa mata uang kripto global diproyeksikan meningkat sebesar USD34,5 miliar atau Rp555 triliun pada 2024-2028 dengan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 16,64%, menurut laporan Technavio.
Pendorong utama dari perkembangan ini termasuk peningkatan pembangunan ekonomi pada aset digital lalu tren penerimaan mata uang kripto pada kalangan peritel. Adopsi mata uang kripto, seperti Bitcoin serta Ether untuk proses keuangan, telah lama mendapatkan daya tarik, sebagian didorong oleh peritel besar yang digunakan mulai menerima pembayaran kripto pada tahun 2022.
Melansir dari Asian Banking & Finance, perkembangan ini secara positif mempengaruhi persepsi masyarakat dan juga memperluas pemanfaatan mata uang kripto pada perdagangan arus utama. Mata uang kripto memiliki tingkat peningkatan yang digunakan lebih lanjut cepat daripada pemuaian lalu memberikan pilihan penghematan bagi bisnis.
Baca Juga: Siap-siap PPN 12%, Beban Rakyat Makin Berat
Untuk bidang usaha kecil serta pengecer, menerima kripto sebagai metode pembayaran alternatif dapat memberikan fleksibilitas pada situasi dan juga perkembangan bursa yang digunakan bukan terduga. Namun, Technavio melaporkan volatilitas lingkungan ekonomi dapat menghambat pertumbuhan.
Misalnya, Bitcoin mengalami penurunan tajam 10% di satu hari pada Juni 2022, pasca mencapai puncaknya dalam USD69,000 per token pada November 2021. Tidak adanya peraturan kemudian biaya pada jaringan perdagangan berkontribusi pada volatilitas ini, yang dimaksud memungkinkan dia yang tersebut mempunyai saham besar untuk memanipulasi nilai untuk mendapatkan keuntungan.






