BPJPH-Yayasan Rekat Cinta Indonesia Teken MoU Proyek Sertifikasi Halal

JAKARTA – Badan Penyelenggara Garansi Layanan Halal (BPJH) mengesahkan nota kesepahaman atau Memodandum of Undertanding (MoU) dengan Yayasan Rekat Cinta Indonesia tentang edukasi lalu penawaran bidang barang halal.
Pendatanganan MoU berlangsung dalam kantor BPJH serta dihadiri dengan segera Kepala BPJPH Babe Haikal Hasan dan juga Ketua Yayasan Rekat Cinta Indonesia Eka Gumilar di dalam DKI Jakarta Timur, Awal Minggu (24/3/2025).
l
Kepala Deputi Kemitraan serta Standarisasi Halal BPJPH, ABD Syakur mengatakan, Yayasan Rekat Cinta Indonesia bisa jadi membantu BPJPH untuk melakukan edukasi lalu sosiasialisasi tentang betapa pentingnya sertifikasi halal untuk pengembangan perekonomian masyarakat.
“Ini tadi MoU untuk kolaborasi sosialisasi jaminan hasil halal dengan Yayasan Rekat Cinta Indonesia,” ujar Syakur, Selasa (25/3/2025).
Menurut Syakur, kerja sejenis dengan Yayasan Rekat Cinta Indonesia cukup stategis untuk mensosialisakan tentang pentingnya sertifikasi halal, baik ke provinsi, kabupaten/kota juga bahkan ke luar negeri. Mengingat Yayasan Rekat Cinta Indonesia sendiri memiliki jaringan cukup kuat.
“Ini dukungan bagi kami untuk mencapai terget kegiatan sertifikasi kita setiap tahun,” katanya.
Syakur menambahkan, BPJHP memiliki target sertifikasi barang halal mencapai 3,5 jt pada 2025 ini. Target ini dapat terwujud apabila dibantu oleh berbagai pihak, termasuk Yayasan Rekat Cinta Indonesia sendiri.






