Proyek Makan Bergizi Gratis Jangan Korbankan Anggaran Pelayanan Dasar Publik

Djoko Setijowarno
Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata serta Wakil Ketua Pemberdayaan dan juga Pembangunan Wilayah Publik Transportasi Indonesia (MTI) Pusat
PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) adalah inisiatif yang tersebut harus didukung, namun harus selektif, sehingga tiada sejumlah memotong anggaran Kementerian/Lembaga yang tersebut juga bukan kalah pentingnya pada upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045. Proyek MBG silakan berlangsung, tetapi program-program yang dimaksud menyangkut pelayanan rakyat dasar termasuk keselamatan, transportasi umum, kesehatan, pendidikan, infrastruktur jalan jangan dikorbankan.
Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja di Pelaksanaan Anggaran Pendapatan kemudian Belanja Negara serta Anggaran Pendapatan kemudian Belanja Daerah, menyebutkan efisiensi menghadapi anggaran belanja negara Tahun 2025 sebesar Rp306 triliun yang dimaksud terdiri melawan anggaran belanja Kementerian/Lembaga sebesar Rp256 triliun dan juga pengiriman ke area Rp50 triliun.
Penghematan sektor transportasi pada Kementerian Perhubungan sebesar Rp17,9 triliun, yang digunakan semula Rp31,5 triliun hanya saja menyisakan Rp5,7 triliun, semata-mata cukup untuk menggaji ASN Kemenhub di setahun, pegawai honorer sementara waktu dirumahkan. Semua anggaran subsidi transportasi dihilangkan. Padahal, subsidi transportasi itu pada upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menggerakkan perkembangan ekonomi lokal, menurunkan biaya hidup masyarakat, menjamin kelangsungan pelayanan angkutan barang, menghurangi disparitas nilai tukar substansi pokok serta komoditas barang tertentu, lalu menurunkan polusi udara. Juga membuka wilayah terisolasi (tertinggal, terdepan, kemudian terluar) dan juga perbatasan.
Anggaran Rp17,5 triliun yang tersebut dipangkas, termasuk subsidi transportasi yang digunakan meliputi (1) Perhubungan darat (angkutan jalan, angkutan antar moda, angkutan barang, perintis penyeberangan, Roro Long Distance Ferry, angkutan perkotaan serta angkutan perkotaan membantu IKN); (2) Perhubungan Udara Bebas (angkutan perintis kargo, angkutan perintis penumpang, angkutan subsidi kargo, lalu subsidi BBM penumpang, subsidi BBM kargo); (3) Perkeretaapian dengan subsidi KA Perintis di tempat 6 lintas KA: dan juga (4) Perhubungan Laut (penyelenggaraan angkutan Tol Laut, angkutan perintis laut, serta kapal ternak).
Semula per 1 Februari 2025 semua operator yang mengoperasikan moda angkutan yang dimaksud mendapat subsidi transportasi DIPA Kementerian Perhubungan, agar melakukan penundaan layanan beroperasi. Namun dini hari (masih pada hari yang digunakan sama) ada surat pembatalan penundaan layanan itu, sehingga semua layanan angkutan umum masih beroperasi seperti semula.
Jika benar ditunda, akan besar dampaknya terhadap pengangguran ribuan pekerja transportasi lalu melumpuhkan akses layanan transportasi bagi warga menengah ke bawah yang digunakan memang benar mengandalkan prasarana transportasi umum untuk aktivitas kesehariannya. Akan sangat mengganggu serta menghambat perekonomian warga serta area .
Di sisi lain, anggaran Kementerian PU semula Rp110,9 triliun dipangkas Rp81,3 triliun, menyisakan Rupiah 29,6 triliun. Dapat dikatakan sangat minim anggaran mendirikan infrastruktur dasar kemudian anggaran bencana yang dimaksud merusak infrastruktur dasar.
Program Inpres Jalan Daerah (IJD) memiliki berbagai manfaat, di dalam antaranya meningkatkan konektivitas antarwilayah, memeratakan penyelenggaraan infrastruktur, mempercepat pembangunan jalan daerah, meningkatkan kualitas infrastruktur, mengupayakan perekonomian nasional kemudian daerah, menurunkan biaya logistik nasional, lalu membantu kesetaraan kondisi jalan yang dimaksud mantap.






