Menlu Rusia: Konflik negeri Ukraina akan berakhir dengan kesepakatan

Ankara – Rusia masih terbuka terhadap negosiasi untuk mengakhiri konflik Ukraina, tetapi tak akan menghentikan operasi militernya hingga negosiasi yang dimaksud "membuahkan hasil yang tersebut tegas kemudian berkelanjutan yang digunakan sesuai" dengan Rusia, kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Rusia Sergey Lavrov ketika melakukan kunjungan di tempat Ankara, Turki, pada Mulai Pekan (24/2).
"Selama pembicaraan di area Riyadh, berbagai perspektif bermunculan, tetapi kami akan melanjutkan diskusi dengan mitra-mitra diskusi kami dari Amerika," kata Lavrov pada sebuah konferensi pers gabungan dengan Menlu Turki Hakan Fidan.
Lavrov merujuk pada pembicaraan tingkat tinggi Rusia-Amerika Serikat (AS) yang tersebut dihadirinya pekan lalu di tempat Arab Saudi. Pembicaraan yang disebutkan menjadi interaksi tatap muka pertama antara para pejabat senior Amerika Serikat serta Rusia sejak terjadinya krisis negeri Ukraina tiga tahun lalu.
Lavrov mengumumkan bahwa putaran baru pembicaraan Rusia-AS pada pekan ini akan memulai operasi kedutaan. "Saya berharap kami bukan akan menghadapi hambatan yang mana dibuat-buat," ujarnya.
Pada April 2022, sebuah kesepakatan penyelesaian menghadapi konflik tanah Ukraina hampir tercapai di area Istanbul, tetapi kemudian perdana menteri Inggris kala itu, Boris Johnson, menghalanginya, kata Lavrov, menuding negara-negara Barat berjuang mengurangi kekuatan Rusia.
Sementara itu, Fidan menyatakan Turki memantau secara saksama jaminan keamanan di upaya diplomatik yang digunakan sedang berlangsung terkait konflik Ukraina. Turki juga berazam akan memfasilitasi pembicaraan perdamaian di hal ini, lanjutnya.
"Kami siap memberikan semua dukungan yang tersebut diperlukan untuk mendirikan perdamaian melalui negosiasi, seperti yang digunakan telah dilakukan kami lakukan sebelumnya," tutur Fidan.
Dia juga menegaskan keselarasan antara Turki kemudian Rusia di melawan gerakan-gerakan separatis di dalam Suriah, juga sikap dengan merek terhadap isu-isu keamanan regional.






